Nabi Ibrahim Dengan Raja Yang Sombong
19/12/2008

D

ari Abu Hurairah Rodhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam hijrah bersama istrinya Sarah. Beliau lalu tinggal di sebuah negeri yang diperintah oleh seorang raja di antara para raja zhalim, atau oleh seorang penguasa sombong di antara para penguasa sombong.

Maka seseorang melaporkan kepada sang raja tentang kedatangan Ibrahim itu, bahwa Ibrahim datang bersama seorang wanita yang sangat cantik! Kemudian raja mengirim utusan kepada Ibrahim untuk menanyakan, 'Hai, Ibrahim! Siapakah wanita yang bersamamu? Ibrahim menjawab, 'Saudara perem­puanku!'

Kemudian Ibrahim menemui Sarah dan berkata, 'Janganlah engkau sangkal apa yang telah aku bicarakan kepadanya, karena aku mengatakan kepada mereka bahwa engkau adalah saudara perempuanku. Demi Allah! Tidak ada orang yang mukmin di muka bumi ini selain aku dan engkau.'

Maka Sarah dikirim ke hadapan raja tersebut. Raja pun berdiri untuk menemui Sarah dan Sarah berdiri pula untuk mengambil wudhu, lalu shalat dan berdoa,

"Ya Allah! Jika seki­ranya aku beriman kepadaMu dan juga kepada rasulMu, dan aku benar-benar memelihara kehormatanku kecuali untuk suamiku, maka janganlah Engkau paksakan si kafir itu menguasai diriku."

Seketika itu raja merasa tercekik hingga menghentak-hentakkan kaki.
 
Kemudian Sarah berdoa,

"Ya Allah! Andaikata raja ini mati, tentu orang akan menuduh bahwa perempuan itulah yang membunuhnya.


Raja itu sembuh lalu bangkit mendekati Sarah. Sarah pun mengambil wudhu, shalat dan berdo'a. Dia bermohon,

"Ya Allah! Aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu. Dan kupelihara kehormatanku kecuali kepada suamiku. Maka janganlah Engkau paksakan si kafir ini menguasaiku."

Raja pun merasa tercekik lagi hingga menghentak-hentakkan kakinya.
Sarah kembali berdo'a,

"Ya, Allah! Andaikata raja ini mati, tentu orang akan menuduh bahwa perempuan itulah yang membunuhnya."

Kemudian Raja sembuh kembali.
Demikianlah kejadian tersebut berulang sampai kedua atau ketiga kalinya.

Akhirnya sang raja berkata, 'Demi Allah! Pasti yang kalian kirim kepadaku adalah setan, kembalikan saja dia kepada Ibrahim, dan beri dia seorang hamba sahaya bernama Ajar (Ajar adalah dari bahasa Suryani yang berarti Hajar)’

Sarahpun dikembalikan ke pangkuan Ibrahim ‘Alaihissalam, dia berkata, ‘Tahukah tuan, bahwa Allah telah menghinakan orang kafir, dan menghadiahi kita seorang budak perempuan'

HR. Al-Bukhari, 2217 dengan redaksi berbeda terdapat pada no. 3358; Muslim, 2371.

PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK:


1. Anjuran untuk menjalin ukhuwwah (tali persaudaraan) dalam agama Islam.
2. Diperbolehkan. memberi jawaban yang samar jika khawatir terhadap keselamatan dirinya.
3. Diperbolehkan mendatangi seorang pemimpin yang zhalim.
4. Diperbolehkan menerima hadiah dari seorang musyrik.
5. Doa diijabah karena keikhlasan hati dalam niat.
6. Cobaan yang diberikan kepada mukmin yang shalih adalah untuk mengangkat derajat mereka.
7. Hendaknya orang yang diberi cobaan yang sangat berat bersegera melakukan shalat.
8. Wudhu sudah menjadi syariat umat sebelum Nabi Muhammad.

 
 
Sumber: Sittuna qishshah rawaha an-Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam wash shahabah al-kiram.



Menemukan Kedamaian Islam di Balik Jilbab
19/12/2008

Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.

Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi "tawanan" penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.

Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi "Perang Salib" yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.

"Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia," kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kita suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. "Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor," sambung Bokker.

Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahdat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.

"Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang 'elegan'," tutur Bokker.

"Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas," Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.

Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.

Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. "Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja," kata Bokker.

Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai "pertanda keterbelakangan."

"Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para 'pejuang kebebasan' itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar," kritik Bokker.

"Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia."

"Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya," papar Bokker.

Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. "Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri," tukas Bokker.

(eramuslim.com)




Metode Pemeliharaan produk Diamant Korset Amylinear
23/12/2008

Bebarapa Fungsi Korset Amylinear:

Bra:
1. Mencegah kangker payudara karena bahan tidak menggunakan busa dan kawat
2.Membantu punggung agar selalu tegak
3. Membesarkan payudara 1-2 cup
4. Mengembalikan posisi payudara menjadi golden triangle ( normal 17-18)

Celana/ korset
1. Mengecilkan perut, pinggang, paha
2. menaikan bokong sehingga bentuknya menjadi lebih indah dan bagus

Gridle (pinggang tengah)
1. Mengecilkan pinggang (3- 6cm)
2. Membantu tulang belakang : baik untuk orang yang duduk kelamaan / orang tua dikarenakan gravitasi bumi.
3. bagi orang yang mengalami tulang miring ( schorosis )dapat di perbaiki.

selain bahannya 100% dari katun sehingga tidak panas sewaktu di pakai, product ini mengandung batu turmaline yang dapat melancarkan peredaran darah, oksigen,pencernaan

kelebihan pada korset ini adalah dapat mendetox racun yang ada di dalam tubuh kita.

Pemeliharaan
Para ahli desain kecantikan dengan seksama telah merancang produk Diamant sesuai dengan postur tubuh anda, sehingga dapat membuat lekukan yang indah pada tubuh anda, dan membuat anda memancarkan daya pikat/charisma.

Semua pakaian dalam Diamant dilengkapi dengan keterangan mengenai komposisi material, ukuran, dan cara mencuci.

Perlu diingat bahwa diperlukan perhatian yang khusus dalam membersihkan dan memelihara produk Diamant.

Pertanyaan: Apakah perlu setiap hari mencuci baju dalam(diamant)?
Jawaban: Ya, perlu!

Mengapa demikian?

Bau badan, keringat, dan kotoran lainnya akan mengotori baju Diamant, oleh karena itu sebaiknya setiap hari dicuci.

Cara mencuci harus dilakukan dengan baik dan benar untuk memastikan efek/mutu pakaian tetap terjaga dengan baik.

Diamant memiliki serabut yang elastis "elastis tissue" jika dicuci dengan tepat tidak hanya mempunyai efek membersihkan tetapi juga mengurangi terjadinya restrukturisasi jaringan yang elastis.

Cuci dengan tangan adalah cara yang terbaik untuk memperpanjang masa pemakaian,

Untuk menghindari kerusakan yang tidak diinginkan, beberapa hal penting harus diperhatikan dalam mencuci dengan tangan.

Cara mencuci pakaian dalam Diamant menggunakan tangan:

1.       Pakaian yang sudah dipakai dimasukkan ke dalam air dan diaduk.

2.       Tidak boleh menggunakan kaporit, agar pakaian tidak menguning, lapuk dan kehilangan kekenyalan/elastisitas.

3.       Direndam dalam air sekitar 3-5 menit saja.

4.       Tidak diperbolehkan untuk mencelupkan pakaian dalam Diamant bersama-sama dengan pakaian lain yang basah. Hal ini bertujuan untuk menghindari jamur, noda, dan perubahan warna akibat warna dari pakaian lain yang luntur.

5.       Sewaktu mencuci sebaiknya jangan ditarik, atau dibilas dengan kuat, dan tidak boleh menggunakan sikat untuk membersihkannya, karena bisa merusak jaringan seratnya yang elastis.

6.       Bilas pakaian dengan bersih, jangan sampai ada sisa deterjen yang lengket pada pakaian, sisa deterjen dapat mengakibatkan pakaian menjadi lapuk.

7.       Sewaktu mencuci bilaslah dengan ringan, terutama perhatikan sangkutan yang ada dibelakang pakaian, agar kulit anda tidak terluka karena tergores sangkutan tersebut.



FIRST PREV |  Page 1 of 2  | NEXT> LAST>>


trkstore.com